Lagu-Lagu Yang Saya Dengarkan Ketika Terjebak Dalam Keramaian

19.58

Keramaian adalah mimpi buruk bagi kesunyian

Mereka datang ke sebuah perayaan untuk melarikan diri dari kebosanan 

Mereka pergi berlibur ke tempat-tempat jauh, memastikan kenyataan tak ikut

Tetapi, seperti katamu, hidup adalah sebuah pengulangan, sayang

Nikmati kebosananmu

Nikmati sepimu

(Makassar, 2015)

Saya senang mendengarkan lagu untuk membunuh keramaian. Entah bagaimana perasaan saya saat itu. Saya menyukai menyusun lagu ke dalam satu random playlist untuk melarikan diri dari suara-suara omong kosong yang bertabrakan di udara. 

Kerap kali saya mendapati diri sebagai orang asing di tengah sebuah perayaan. Entah acaranya yang kurang menarik atau saya memang sedang dalam suasana hati yang tidak begitu bagus. Maka saya memasang headset untuk mendengarkan beberapa lagu. 

She and Him – Why Do You Let Me Stay Here?
Why don’t you come and play here?
I’m just shitting on the shelf


She and Him – Would You Like To Take a Walk?
Mmm, wouldn’t it be nice?
Mmm, how about sarsaparilla?
Gee, the moon looks yellow
Something good will come from that


Dua lagu yang saya sukai untuk didengarkan berulang-ulang ketika terjebak dalam sebuah perayaan yang membosankan. Berharap ada seorang teman lama melihat saya dan melemparkan senyum untuk mengajak saya pergi berjalan kaki sembari mengobrol apa saja untuk membunuh kebisingan.

Saya juga senang mendengarkan lagu untuk menghindari obrolan dengan orang asing ketika sedang menunggu. Saya banyak mendengarkan lagu-lagu dengan berbagai genre. Terkadang sesuai dengan suasana hati atau pun hanya ingin mendengarkannya saja. Akhir-akhir ini entah mengapa, saya sering mendengarkan The Alans Parson Project – Eye In The Sky

The sun in your eyes
Made some of the lies worth believing
I am the eye in the sky, looking at you
I can read your mind


Lagu yang saya dengarkan ketika sedang mengalami depresi atau marah dan merindukan diri sendiri. Jess Glynee tahu caranya untuk berdamai dengan diri sendiri dan oh saya mengagumi suaranya.

Jess Glynne – Don’t Be So Hard on Yourself
Let’s go back to simplicity
I feel like I’ve been missing me
Was not who I’m supposed to be
I felt this darkness over me


Oh, saya juga pernah ingin membunuh kebisingan di dalam kepala. Dan satu-satunya lagu yang berhasil menenangkan saya adalah Kings Of Convenience – Cayman Island. Saya suka mendengarkan lagu itu sembari memejamkan mata. Membayangkan sedang berlibur di sebuah pulau Cayman bersama seorang kekasih. 

The wind is in your hair
Its covering my view
I’m holding on to you
On a bike we’ve hired until tomorrow


*Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Aan Mansyur berjudul Musik yang Saya Simak Saat Saya Tidak Mampu Membedakan Apakah Saya Sedang Marah atau Sedang Sedih dan – Entah Kenapa – Saya Menikmatinya.

*Oh ya, teman-teman pembaca Saturday Corner boleh juga, lho menceritakan lagu-lagu yang kalian dengarkan ketika terjebak dalam keramaian atau apa pun di kolom komentar di bawah, ya. Selamat berakhir pekan!

Salam, 
Zahra

You Might Also Like

1 Komentar

  1. Mungkin perlu coba dengerin lagu Fooled Around and Fell in Love-nya Elvin Bishop atau juga Beast of Burden-nya The Rolling Stones :)

    BalasHapus