The Danish Girl (2015) : He Is A Woman. Inside.

22.45


Film ini punya setting di tahun 1920an dan nyeritain tentang sepasang suami istri pelukis dari Denmark, Einar Wegener diperankan oleh  Eddie Redmayne dan Greda Wegener diperankan oleh Alicia Vikander. Melihat cerita pasangan ini di awal film ini mulai sih keliatannya seperti pasangan suami istri normal lainnya dan malah saya rasa romantis banget. Apalagi they’re the only married couple in their circle. Teman-teman mereka begitu senang menjadikan mereka sebagai bahan bercandaan karena itu. But they’re going strong. Tapiii, saya dari awal memang melihat ada yang aneh sih sama sikapnya Einar. Akward dan kaya nyimpen sesuatu yang nggak bisa dia bagi sama istrinya. Ibarat dia mau ngomong sesuatu tapi ketahan di bibirnya. Sepanjang awal cerita hal itu yang saya lihat. Ternyata bener aja, keanehan itu terungkap jelas waktu Einar ngeliat benda-benda cewek, kaya ada sensasi sendiri di dalam hati yang bikin dia seneng. Sampai akhirnya, Greda minta Einar buat jadi model lukisannya karena stuck dengan lukisannya yang nggak kunjung diterima sama kurator buat dipamerin karena objeknya terlalu plain. Greda minta Einar buat pakai stocking, baju dan sepatu balet.  Damn, that scene tho. Eddie Redmayne eyes make everything shown up there. He is a woman. Inside.

Greda yang belum tahu hal ini makin memperparah keadaan dengan beneran ‘merubah’ Einar jadi wanita dengan memberinya nama Lili Elbe (bahkan kebawa saat adegan sex mereka) lalu mengajaknya ke pesta sebagai Lili lengkap dengan dandanan wanita. Waktu di pesta itu baru Greda tahu saat nggak sengaja ngeliat Einar berciuman sama seorang pria. Singkat cerita, Einar akhirnya cerita sejujurnya tentang semuanya bahwa insting dalam dirinya sebagai wanita itu ada sejak kecil bahkan Einar pernah berciuman dengan teman masa kecilnya, Hans. Tahun 20an waktu itu kayanya transgender masih belum mendapat concern yang gila-gilaan kaya sekarang.

Disini konflik-konflik pun terus menerus datang di hubungan mereka. Baik konflik di dalam diri Einar sendiri (atau Lili?), Greda yang terpukul dan galau dengan plot twist hidup yang ajaib terjadi pada suaminya, dan yang paling ekstrim, Lili yang ingin menguasai tubuh Einar seutuhnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat Einar jadi Lili Elbe seutuhnya dengan melakukan operasi transgender yang saat itu memiliki kemungkinan keberhasilan yang sangat kecil. Endingnya? Kayanya nggak papa sih ya ngasih spoiler, soalnya film ini hits banget sih. Apalagi Tom Hooper (sutradara Les Miserables), Eddie Redmayne dan Alicia Vikader itu trio langganan Oscar. Nggak mungkin kalian yang baca belum nonton film ini, hehe. Endingnya, Einar, eh salah, Lili, meninggal. Dengan status sebagai wanita seutuhnya dan masih menjadi suami Greda.

Lili Albe nyatanya adalah seorang transgender pertama yang di notice sama dunia dan diangkat menjadi film. Keberaniannya untuk menjadi diri sendiri diacungi jempol oleh dunia. Transgender buat saya adalah isu yang saat ini jadi primadona. Ramai dibicarakan dimana-mana. Saya adalah orang yang jika diajak berdiskusi mengenai isu ini nggak akan melepaskan sisi agama yang saya anut. Saya tidak pernah habis pikir dengan fenomena ini sebenarnya, walaupun memang ada sisi science yang bisa menjawab fenomena ini sebagai kelainan biologis. Yang mana kalau elakannya semacam itu, saya bisa saja bungkam. Tapi kalau elakannya memegang sisi humanisme, saya masih termasuk orang yang kurang menerima. Saya masih merasa orang-orang yang merasa ada keanehan di dalam dirinya seperti ini masih bisa disembuhkan melalui terapi dan uluran tangan-tangan psikolog.

Terlepas dari itu semua, isu transgender disampaikan dengan sangat indah di film ini seperti lukisan-lukisan Greda dan Einar, seperti setting-setting Denmark dan Paris yang sungguh artsy di masa itu dan mendominasi keseluruhan film. Keindahan lainnya adalah bagaimana Einar dan Greda yang still stick together till the end. Like seriously, keadaan yang mereka lalui benar-benar absurd. Dan di film in, I feel like I’m in Greda shoes. Di saat hidupnya yang sedang sulit ia membutuhkan suaminya, ia butuh pundak untuk bersandar, sedangkan suaminya ada disampingnya namun disembunyikan oleh Lili (yang literally adalah Einar, suami Greda sendiri). Saya malah merasa simpati pada Greda dan tidak sedikitpun pada Einar, entah mengapa.


Btw, I think Eddie Redmayne is more beautiful than me in this movie. Hahaha.

Salam,
Yola.

You Might Also Like

0 Komentar